Pentingnya Mengajarkan Otoritas Tubuh Pada Anak Sejak Dini

Nurul Habibah Des 7, 2021 • 6 min read


Alta - Mengajarkan Otoritas Tubuh Anak-03“Artikel ini membahas tentang pentingnya mengajarkan otoritas tubuh pada anak. Hal ini berhubungan juga dengan cara menjaga anak agar terhindar dari pelecehan seksual”

Pelecehan dan kekerasan seksual bukanlah hal yang baru di kalangan masyarakat. Hal ini bahkan tidak terjadi pada remaja atau orang dewasa saja, namun juga bisa terjadi pada anak-anak. Nah, dibandingkan orang tua, anak-anak memang cukup rentan terhadap semua jenis pelecehan dan kekerasan seksual. Sebab, pada usia tersebut, anak-anak seringkali masih dianggap tidak berdaya dan tidak memiliki banyak pengetahuan tentang bahaya serta cara melindungi diri.

Mencegah Pelecehan Seksual Terhadap Anak(Sumber: Liputan6.com)

Berdasarkan perilakunya, pelecehan seksual dibedakan menjadi 10 jenis, yakni:

  1.       Sentuhan seksual
  2.       Ajakan seksual
  3.       Lelucon kotor seksual
  4.       Grafiti seksual
  5.       Menampilkan gambar, cerita atau benda seksual
  6.       Komentar seksual tentang tubuh seseorang
  7.       Menyentuh diri sendiri secara seksual di depan orang lain
  8.       Menyebar rumor tentang aktivitas seksual orang lain
  9.       Berbicara tentang kegiatan seksual sendiri di depan orang lain
  10.   Isyarat seksual

Nah, mengajarkan anak tentang otoritas tubuh atau kekuasaan mereka terhadap tubuhnya sendiri adalah salah satu langkah penting, untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak.  Otoritas tubuh secara umum mengajarkan anak tentang batasan pada dirinya. Termasuk juga mengajarkan tentang area tubuh mana yang tidak boleh disentuh sama sekali oleh orang lain, kecuali ketika anak berada dalam penanganan medis.

Area tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain bahkan orang tua sekalipun tanpa izin antara lain terutama dada, alat kelamin, pantat, dan bibir. Dengan menjelaskan tentang batasan ini kepada anak, anak bisa melindungi dirinya dari risiko terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual. Otoritas tubuh juga membuat anak paham bahwa mereka punya hak menolak hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman.

Mengajarkan Otoritas Tubuh pada Anak (Sumber: Popmama.com)

Disamping mengajarkan otoritas tubuh, ada 3 cara lainnya yang juga penting untuk diajarkan pada anak sejak dini, agar terhindar dari pelecehan dan kekerasan seksual.

1. Mengajarkan Tentang Anatomi Tubuh

Sejak kecil anak-anak hendaknya telah diajarkan tentang anggota tubuhnya. Namun, tidak jarang, banyak juga orang tua yang memilih menggunakan berbagai istilah lain untuk menyebut anggota tubuh yang dianggap tabu. Seperti menyebut “burung” untuk Mr P, ataupun menggunakan kata “gunung” untuk payudara. Padahal, sebenarnya cara tersebut tidaklah baik. 

Meski tidak mudah, Anda sebaiknya mengajarkan anak tentang tubuhnya sesuai dengan nama yang sebenarnya, seperti kata payudara, Mr P dan Miss V. Mengubah penyebutan atau memperhalusnya, bisa menyebabkan terjadinya salah tafsir, oleh karena itu Anda tidak perlu mengubahnya.

Pentingnya Mengajarkan Otoritas Tubuh pada Anak(Sumber: Akurat.co)

2. Ajarkan Anak untuk Berkata Tidak

Ajarkanlah anak Anda untuk berkata tidak pada setiap ajakan yang berasal dari orang-orang yang tidak Ia kenal. Terutama berkata tidak untuk permintaan dan ajakan yang mengarah pada pelecehan seksual. Seperti, permintaan seseorang untuk menyentuh bagian tubuhnya.

Jelaskan juga kepada Anda, bahwa Ia berhak menolak dengan tegas, jika seseorang tersebut mengatakan bahwa menyentuh bagian tubuhnya merupakan hal yang wajar. Jika perlu, jelaskan juga bahwa anak bisa melaporkan pada orang terdekat atau guru, jika ada orang lain yang dirasa mencurigakan atau mengajarkan hak-hal aneh kepadanya.

3. Jaga Komunikasi dengan Anak

Menjaga komunikasi dengan anak adalah hal yang sangat penting, tujuannya agar anak terbiasa menceritakan segala hal yang terjadi dalam kehidupannya, kepada orang tua. Dengan komunikasi yang baik, anak-anak tidak ragu untuk berterus terang kepada orang tua tentang apa yang telah mereka alami.

Pelecehan seksual bukanlah suatu hal yang mudah untuk diceritakan, namun, dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, ini dapat memungkinkan terbukanya informasi, termasuk hal negatif sekalipun. 

Nah, jika anak Anda adalah tipe anak yang tertutup, maka anda dapat memancingnya dengan bertanya lebih dahulu. Anda bisa menanyakan berbagai hal sederhana seperti “Bagaimana sekolah kamu hari ini?” atau “Apakah ada hal yang perlu ibu ketahui tentang hari ini?”. Disamping itu, jangan lupa ingatkan juga kepada anak, bahwa Anda selalu ada disampingnya, sehingga anak tidak perlu takut untuk menceritakan berbagai hal kepada Anda.

Itulah tiga cara lain yang sama pentingnya dengan mengajarkan otoritas tubuh pada anak, agar anak bisa terhindar dari risiko pelecehan dan kekerasan seksual. Pendidikan tentang otoritas tubuh dapat Anda ajarkan pada anak sedini mungkin. Ketika anak berusia 3 hingga 4 tahun, biasanya Ia sudah mulai memperhatikan dunia disekitarnya, dan Ia mulai bisa belajar untuk mengenali tubuhnya sendiri, serta membandingkannya dengan orang lain atau teman-teman di sekitarnya.

Pada masa tersebut, anak juga bisa mulai memahami bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Ketika anak mulai mengeksplorasi lingkungannya, maka itu adalah kesempatan terbaik untuk Anda juga mengajarkannya tentang otoritas tubuh dan cara lain melindungi diri dari pelecehan seksual.

Disamping mengajarkan tentang otoritas tubuh, jangan lupa kembangkan juga kemampuan anak dalam berpikir dan memahami pelajaran lainnya, agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas. Nah, altaschool adalah salah satu media yang dapat Anda gunakan untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak.

Sebagai sekolah online terbaik, Alta School hadir untuk pelajar di tingkat PAUD hingga kelas 3 SD. Sekolah yang menggunakan kurikulum K-13 ini mempunyai berbagai fasilitas belajar yang adaptif, seperti Pendidikan Karakter, Home-Based Project, Live Teaching, Learning Kit, dan lain sebagainya.

New call-to-action

Sumber:

Wisnubrata. (2018), ‘Ada Banyak Jenis Pelecehan Seksual, Apa Sajakah’, Lifestyle.kompas.com, 25 Januari 2018 [daring] Available at: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/01/25/144511220/ada-banyak-jenis-pelecehan-seksual-apa-sajakah?page=all

Halodoc. (2018), ‘4 Cara Melindungi Anak dari Pelecehan Seksual’, Halodoc.com, 02 Agustus 2018 [daring] Available at: https://www.halodoc.com/artikel/4-cara-melindungi-anak-dari-pelecehan-seksual

Adrian, K. (2021), ‘Pentingnya Pendidikan Seksual untuk Anak’, Alodokter.com, 10 Februari 2021 [daring] Available at: https://www.alodokter.com/pendidikan-seksual-untuk-anak

Febriyani, C. (2021), ‘Bunda, Yuk! Mulai Ajari Anak Pendidikan Seks Sejak Dini’, Industry.co.id, 18 Juni 2021 [daring] Available at: https://www.industry.co.id/read/87472/bunda-yuk-mulai-ajari-anak-pendidikan-seks-sejak-dini

Sumber Gambar:

Pelecehan Seksual pada Anak [daring]. Available at: https://www.liputan6.com/health/read/2346447/korban-kekerasan-seksual-cenderung-jadi-pelaku-berikutnya

Orang Tua yang Mengajarkan Anaknya [daring]. Available at: https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/winda-carmelita/pentingnya-mengajarkan-anak-menyebut-nama-alat-kelamin-dengan-benar

Mengajarkan Anatomi Tubuh pada Anak [daring]. Available at: https://akurat.co/pentingnya-mengajarkan-anak-anggota-tubuh-sejak-ini-ini-tipsnya

Profile

Nurul Habibah

Beri Komentar