6 Tips Mengatasi Trauma Psikologis Pada Anak

Nurul Habibah Feb 25, 2022 • 6 min read


Alta - Tips Mengatasi Trauma Prikologis pada Anak-01“Artikel ini berisi informasi tentang cara mengatasi trauma psikologi pada anak. Simak yuk cara-caranya”

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga banyak yang mengalami trauma, baik dalam bentuk trauma fisik atau trauma psikologis. Nah, Trauma psikologis berkaitan dengan pengalaman emosional anak yang menyakitkan, menegangkan, mengejutkan, dan bahkan terkadang mengancam jiwa anak. Pengalaman emosional tersebut dapat terjadi saat adanya bencana alam, terorisme, kekerasan fisik, kekerasan seksual, atau lain sebagainya. 

Trauma yang terjadi di masa kanak-kanak pada dasarnya bisa mempengaruhi perkembangan normal otak anak, termasuk juga ukuran bagian otak yang berfungsi untuk mengontrol reaksi anak terhadap bahaya. Lalu di usia anak sekolah, trauma bisa menunda kemampuan anak untuk bereaksi terhadap bahaya, seperti refleks kejut.

Berbagai perubahan psikologis yang terjadi di dalam tubuh akibat trauma dapat mempengaruhi cara anak untuk menanggapi bahaya dan tekanan masa depan dalam hidupnya, serta juga bisa berpengaruh pada kesehatan jangka panjang. 

Selain berdampak pada biologisnya, trauma bisa membuat anak sulit mengenali emosinya. Hal tersebut dapat membuat anak menunjukkan emosi secara berlebih. Bahkan, sebagian anak justru menjadi pribadi yang pendiam dan suka menyembunyikan perasaan mereka. 

Mengatasi Trauma Pada Anak(Sumber: Orami.co.id)

Nah, ada 6 tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi trauma psikologis yang terjadi pada anak, yakni: 

1. Buat Anak Merasa Aman

Berbagai kejadian yang memicu trauma pada anak tentu membuatnya merasa tidak aman. Kekhawatiran tentang kejadian serupa terus menghantui anak  dan membuat anak merasa takut. Oleh sebab itu, hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi trauma pada anak dengan sebisa mungkin menciptakan suasana yang aman untuk anak.

Jangan paksa anak untuk menceritakan kejadian yang Ia alami, karena bisa saja mereka sulit mengungkapkannya. Namun, Anda bisa minta anak menggambarnya dan berbicara tentang gambar tersebut. Pastikan juga Anda meyakinkan anak bahwa kejadian tersebut sudah berlalu dan anak kini sudah berada dalam situasi aman. 

2. Bantu Anak Rileks dengan Latihan Pernapasan

Agar anak dapat merasa tenang, maka bantu Ia untuk melakukan latihan pernapasan. Napas perut yang dalam bisa membantu merelaksasikan otot-otot tubuh. Minta anak untuk berbaring dan letakkan bantal di perutnya. Kemudian, minta anak menarik napas dengan perlahan sampai hitungan ketiga. Selanjutnya, hembuskan napas dengan menghitung sampai tiga. Buat anak bisa memperhatikan bantal yang ada di perutnya naik dan turun seiringan dengan tarikan dan hembusan napas yang Ia lakukan.

3. Ajak Anak Melakukan Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik diketahui dapat melepaskan endorfin yang bisa meningkatkan suasana hati dan membantu anak tidur dengan lebih nyenyak. Coba ajak anak untuk melakukan berbagai olahraga yang Ia suka, seperti sepak bola, bulu tangkis, berenang, dan lain sebagainya. 

Tips Mengatasi Trauma Anak(Sumber: Liputan6.com)

Bergerak aktif bisa membantu membangun sistem saraf anak yang terhambat akibat kejadian traumatis yang Ia alami. Di samping itu, Anda bisa juga mengajak anak menonton film, bertamasya, atau sekedar pergi ke taman bermain agar anak merasa senang. Melakukan berbagai kegiatan menyenangkan untuk dikenang bisa membantu untuk menggantikan ingatan trauma masa lalu anak yang buruk.

4. Tidak Menolak Perasaan Anak dan Tidak Memaksanya

Kalau sewaktu-waktu anak memunculkan rasa traumanya, maka berikanlah perhatian lebih yang anak butuhkan. Jangan menolak perasaan trauma anak dengan berkata “ah, tidak apa-apa kok”. Hal tersebut mungkin bagi Anda bukanlah apa-apa, namun tidak demikian bagi anak. 

Selain itu, hindari juga memaksa anak untuk ada pada kondisi yang sama dengan penyebab traumanya. Hal tersebut bukanlah cara terbaik mengatasi trauma pada anak, Anda justru  menyebabkan kondisi anak semakin parah. 

5. Komunikasi dengan Anak

Cara Mengatasi Trauma Anak(Sumber: Kumparan.com)

Jika Anda melihat kondisi anak sudah lebih tenang atas kejadian trauma yang Ia alami, maka Anda bisa mengajaknya berdiskusi. Coba tanyakan tentang perasaan anak, apa yang membuatnya khawatir, apa yang mengganggunya, serta apa yang diharapkan kedepannya. Perlu Anda ingat bahwa pembicaraan tersebut bukan tentang diri Anda, jadi jangan buru-buru memberikan saran atau solusi. Sebab, itu merupakan waktu dimana anak bisa menyampaikan apa yang Ia pikirkan dan Ia rasakan. 

Kalau Anda terburu-buru memberikan saran, Anda justru terlihat tidak simpatik dan tidak peduli. Anak dapat merasa enggan dan kapok untuk membicarakan hal tersebut dengan Anda.  

6. Melatih Keberanian Anak

Ketika Anda dan Anak sudah sering berdiskusi terkait hal traumatis yang Ia alami, dan anak terlihat mulai terbuka serta tenang, maka Anda bisa mencoba melatih keberanian anak. Melatih keberanian anak berguna untuk memupuk rasa percaya diri dan juga menegaskan bahwa dirinya bisa mengatasi trauma di masa lalu. 

Pastikan Anda juga telah meminta persetujuan dari anak sebelumnya. Contohnya, jika Anak mengalami trauma terhadap kucing, maka Anda bisa mengatur suatu kondisi di mana anak dapat berdekatan dengan kucing. Tidak perlu sampai berkontak, cukup berada di dekat kucing tersebut. Namun, sebelum itu dilakukan, pastikan Anda sudah meminta persetujuan anak untuk membawanya dalam kondisi itu. 

Jadi, itulah 6 tips yang bisa Anda coba untuk mengatasi trauma psikologis pada Anak. Lakukan tips diatas dengan sabar dan terus berikan dukungan pada anak untuk mengatasi trauma yang Ia alami. 

Nah, berbagai kegiatan belajar yang seru di altaschool, bisa juga loh Anda gunakan untuk mengalihkan perhatian anak dari ingatan traumatis di masa lalunya. Alta School sendiri adalah sekolah online yang diperuntukkan bagi anak di tingkat PAUD hingga SD. Sekolah yang menggunakan metode belajar blended learning ini telah menerapkan kurikulum K-13. Fasilitas belajar yang tersedia cukup beragam, diantaranya Live Teaching, Learning Kit, Kelas Tambahan, Pendidikan Karakter, dan masih banyak lagi. 

New call-to-action

Sumber: 

Wisnubrata. (2018), ‘Bagaimana Mengatasi Trauma pada Anak?”, Lifestyle.Kompas.com, 14 Mei 2018 [daring] Available at: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/14/155713920/bagaimana-mengatasi-trauma-pada-anak?page=all

Atika. (2021), ‘Kiat Ampuh Mengatasi Trauma pada Anak’, Klikdokter.com, 22 Februari 2021 [daring] Available at: https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2847826/kiat-ampuh-mengatasi-trauma-pada-anak

Rahmawati, D. (2022), ‘11 Cara Menghilangkan Trauma pada Anak dengan Efektif’, Sehatq.com, 05 Januari 2022 [daring] Available at: https://www.sehatq.com/artikel/cara-menghilangkan-trauma-anak-yang-dapat-orangtua-lakukan

Yani, I. F. (2021), ‘Penting! Ini 10 Cara untuk Bantu Atasi Trauma pada Anak’, Hellosehat.com, 26 Oktober 2021 [daring] Available at: https://hellosehat.com/parenting/remaja/kesehatan-mental-remaja/cara-menghilangkan-trauma-pada-anak/

Sumber Gambar: 

Anak yang Sedang Ketakutan [daring]. Available at: https://www.orami.co.id/magazine/7-trauma-masa-kecil-yang-akan-membayangi-anak-hingga-dewasa-nanti/

Anak sedang Berolahraga Bersama [daring]. Available at: https://www.liputan6.com/health/read/2437440/anak-perempuan-raih-4-keuntungan-dari-berolahraga 

Anak sedang Dipeluk Orang Tua [daring]. Available at: https://kumparan.com/kumparanmom/menangani-trauma-anak-saat-orang-tua-bercerai

Profile

Nurul Habibah

Beri Komentar