Alasan Mengapa Pendidikan Kontekstual Penting Diterapkan di Rumah

Nurul Habibah Sep 22, 2021 • 6 min read


AS_-_Pentingnya_Pendidikan_Kontekskual_Untuk_Anak-01_small


“Dalam artikel ini akan dibahas tentang pentingnya orang tua menerapkan pendidikan kontekstual di rumah untuk anak-anak mereka”

Orang tua pasti ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak mereka. Berbagai cara dilakukan demi mendapatkan pendidikan yang berkualitas untuk anak-anaknya. Di masa sekarang ini, semenjak pandemi Covid-19 melanda berbagai negara termasuk Indonesia, kegiatan sekolah formal dilaksanakan dari rumah. 

Akibatnya, banyak orang tua yang bingung bagaimana memberikan metode belajar yang baik agar anak tetap mendapatkan pendidikan berkualitas, serta bisa mengasah bakat dan keterampilannya. Nah, untuk para orang tua yang ingin membantu anak tetap mendapatkan pendidikan terbaik, maka metode pendidikan kontekstual tampaknya sangat cocok diterapkan dari rumah sekarang ini.

 

Pendidikan Kontekstual

Apa sebenarnya pendidikan kontekstual ini? Jadi pendidikan kontekstual bermula dari pemikiran seorang tokoh pendidikan klasik yang berasal dari Amerika Serikat, yakninya John Dewey. Ia mengajukan suatu teori kurikulum dan metode pendidikan yang berhubungan dengan pengalaman dan juga minat para siswa.

Pendidikan kontekstual dilatarbelakangi dengan teori kognitif. Yakni suatu pola belajar yang melibatkan anak-anak secara aktif untuk membuat strategi dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi atau diberikan.

Menurut Hasnawati dalam Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, dikatakan bahwa pendidikan kontekstual sendiri adalah konsep belajar yang dapat membantu guru menghubungkan antara materi yang telah mereka ajarkan, dengan situasi dunia nyata dari siswa. Konsep pendidikan kontekstual membantu agar anak terdorong untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang didapat, dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai anggota keluarga, serta sebagai masyarakat.

Lalu, menurut Priyatni dalam Krisnawati dan Madya (2004:56), dikatakan juga bahwa ada ciri-ciri dari pendidikan kontekstual, antara lain:

  1. Pembelajaran yang diberikan, memberi kesempatan kepada para siswa agar dapat mengerjakan tugas-tugas yang bermakna.
  2. Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks otentik, artinya pembelajaran yang diberikan diarahkan agar siswa bisa terampil dan memecahkan masalah nyata yang dihadapinya.
  3. Pembelajaran dilakukan dengan memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa.
  4. Pembelajaran ini juga dilakukan secara kelompok, dimana di dalamnya ada diskusi, dan saling mengoreksi.
  5. Pembelajaran dilakukan dengan aktif, kreatif, produktif, dan juga mementingkan kerja sama.
  6. Kebersamaan, kerjasama, serta saling memahami secara mendalam adalah aspek pembelajaran yang menyenangkan.
  7. Terakhir, pembelajaran juga dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan.

Pembelajaran kontekstual sengaja diterapkan dengan beberapa tujuan utama, yakni:

  1. Memotivasi anak agar dapat memahami makna dari semua materi yang sudah dipelajari, dengan menghubungkan materi tersebut dengan kehidupan sehari-hari mereka.
  2. Agar dalam belajar, anak tidak hanya menghafal namun juga memahaminya.
  3. Menekankan pada pengembangan bakat, minat, dan pengalaman anak.
  4. Melatih anak untuk berpikir dengan kritis dan terampil.
  5. Agar pembelajaran lebih produktif dan bermakna.
  6. Mengajak anak pada suatu kegiatan yang menghubungkan antara materi akademik dengan konteks kehidupan sehari-hari mereka.

Contoh Pendidikan Kontekstual di Rumah(Sumber: Suara.com)

 

Penerapan Pendidikan Kontekstual di Rumah

Nah, seperti yang dijelaskan di awal tadi, pendidikan kontekstual adalah salah satu metode yang dapat diterapkan oleh orang tua untuk membantu anak-anak mereka belajar di rumah. Namun, apa aja sih strategi yang harus dilakukan dalam pembelajaran kontekstual ini? Simak jawaban berikut ya!

1. Berhubungan

Maksud dari berhubungan ini adalah anak mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan sehari-harinya.

 

2. Pengalaman

Anak harus bisa belajar dari pengalamannya, agar sang anak bisa dengan cepat menganalisis masalah, melakukan introspeksi, serta memperbaiki kesalahan yang telah diperbuatnya. 

Contohnya, anak belajar pengalaman memasak kue. Izinkan anak melakukan kegiatan yang membuatnya penasaran, dan jika dia gagal, maka dia akan bertahan dan berharap bisa mendapatkan jawaban yang akan membuatkannya belajar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

 

3. Mengajukan Ide

Biarkan anak mengajukan ide yang ada di kepalanya. Mendengarkan serta memberikan tanggapan kepada anak atas  ide yang disampaikannya, akan membantu sang anak bisa menjadi lebih percaya diri ketika menyampaikan. 

Nah, orang tua di sini dapat bertugas menjadi teman diskusi. Bantu anak untuk mematangkan ide tersebut dan merealisasikannya.

 

4. Bekerja sama

Berperanlah sebagai partner yang membantu anak dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. Contohnya, ketika anak sedang senang belajar matematika, maka ajaklah anak untuk belajar tentang objek-objek yang ada di rumah, dengan menghubungkannya dengan hitungan. Lalu orang tua bisa berperan sebagai partner untuk menemukan jawaban yang tepat.

Pendidikan Kontekstual di Rumah(Sumber: Ibupedia.com)

Setelah memahami strategi pendidikan kontekstual di atas, kini saatnya Anda mengetahui langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan orang tua dalam menerapkan pembelajaran kontekstual di rumah:

  1. Tanamkan pemikiran pada anak, bahwa apa yang dipelajarinya akan lebih bermakna jika dia belajar dengan caranya sendiri. Sehingga keterampilan dan pengetahuan barunya akan tertanam dengan baik.
  2. Tanamkan sifat ingin tahu pada anak.
  3. Buat kegiatan inkuiri untuk topik-topik pembelajaran anak. Kegiatan inkuiri ini adalah kegiatan yang melibatkan kemampuan sang anak untuk bisa mencari dan menyelidiki suatu hal secara sistematis, kritis, logis, dan tentunya analitis.
  4. Biasakan sharing bersama anak.
  5. Hadirkan model, ilustrasi, atau juga realitas sebagai contoh dalam pembelajaran anak.
  6. Berikan penilaian kepada anak tentang peningkatan kemampuan dan keterampilan yang dia lakukan dengan cara yang baik.

Jadi, sekarang Anda sudah paham kan, mengapa orang tua penting menerapkan pendidikan kontekstual di rumah untuk anak? Nah, untuk penerapan pendidikan kontekstual yang lebih baik, kini Anda juga bisa loh menggunakan berbagai fitur menarik dari altaschool

Fitur-fitur yang tersedia akan membantu anak mendapatkan pelajaran yang berkualitas dengan metode belajar efektif. Selain itu, tentu saja metode belajar yang diberikan akan membuat kegiatan jauh lebih seru dan menyenangkan.

New call-to-action

Sumber:

Abdillah, F. (2020). ‘Pentingnya Peran Orang Tua Menerapkan Pendidikan Kontekstual di Rumah’, Ruangguru.com, 24 Juli 2020 [online] Available at: https://www.ruangguru.com/blog/pentingnya-pendidikan-kontekstual-di-rumah

Wahyono, B. (2012). ‘Pengertian, Tujuan dan Strategi Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning’, Pendidikanekonomi.com, 17 September 2012 [online] Available at: http://www.pendidikanekonomi.com/2012/03/pengertian-tujuan-dan-strategi.html

Krisnawati, Yulia. & Swarsih, Madya. (2004). Jurnal Penelitian dan Evaluasi: Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Metode Kontekstual di SLTP Negeri 25 Surabaya. Yogyakarta: PPS UNY

Hasnawati. (2006). ‘Pendekatan Contextual Teaching Learning Hubungannya Dengan Evaluasi Pembelajaran’, Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 3(1). 

Sumber Gambar:

Anak Bekerjasama Belajar Memasak [daring]. Available at: https://www.suara.com/lifestyle/2018/02/03/145946/kelas-memasak-anak-ini-rekomendasi-tempatnya?page=all

Anak dan Ibu Berkebun Bersama [daring]. Available at: https://www.ibupedia.com/artikel/keluarga/jangan-sia-siakan-6-manfaat-berkebun-di-rumah-ini-untuk-anak

Profile

Nurul Habibah

Beri Komentar