Manfaat Play Therapy & Pentingnya untuk Perkembangan Anak

Fahri Abdillah Nov 26, 2021 • 6 min read


Alta - Manfaat Play Theraphy untuk Mengendalikan Emosi Anak-02-02

 

“Melalui artikel ini, Anda akan mengenal apa itu Play Therapy dan seperti apa penerapannya terhadap anak usia dini”.

--

Mungkin saya harus bilang kalau artikel ini cocok dibaca, baik untuk Anda orang tua muda yang baru memiliki anak, atau Anda yang sudah memiliki anak yang sebentar lagi mengenyam pendidikan formal, baik PAUD, TK, atau SD. 

Anda pernah membaca tentang, kapan sih anak mengalami masa keemasan atau Golden Age? Ya, ini adalah poin penting dan berkaitan dengan Play Therapy yang bisa Anda terapkan kepada anak ketika di rumah.

Seorang tokoh pendidikan anak usia dini bernama Maria Montessori pernah bilang bahwa golden age anak itu dimulai sejak ia lahir, sampai usia 6 tahun. Nah, fase itu adalah fase sensitif anak dengan mudah menerima stimulus-stimulus dari lingkungannya berada. Mulai dari keluarga, lingkungan rumah, atau teman bermain.

Fase kepekaan setiap anak terhadap lingkungannya pun berbeda, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri. Nah, pada fase keemasan inilah anak mengalami pematangan terhadap fungsi-fungsi fisik maupun psikologis. Maka, nggak jarang setiap anak memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda.

Biasanya, ketika anak mulai memasuki usia 4 sampai 6 tahun, mereka mulai aktif dalam mengekspresikan dirinya. Maka sangat wajar ketika anak memiliki emosi yang berubah-ubah. 

Lalu, bagaimana cara kita sebagai orang tua merespon emosi anak yang cepat berubah dan kadang tidak bisa terkontrol itu? Sedangkan kita tidak boleh sembarangan dalam meresponnya, karena dampaknya panjang bagi perkembangan karakter anak kedepannya.

Nah, di sinilah Play Therapy berperan. 

 

Apa itu Play Therapy?

Seperti namanya, play therapy adalah sebuah terapi dengan menjadikan bermain sebagai mediumnya. Seorang Therapeutic Play Practicioner, Grace Melia pernah berpendapat, bahwa bermain adalah layanan terapis yang dapat membantu orang tua dalam mengatasi masalah emosi dan perilaku anak.

Dalam penerapannya, play therapy juga nggak bisa sembarangan lho. Bukan berarti ketika bermain menjadi salah satu terapi yang cukup baik untuk mengatasi masalah emosi anak, orang tua membiarkan mereka bermain sendirian. Justru, butuh banget nih peran ahli untuk melakukan pendampingannya.

Pertama, pahami dulu ya perbedaan play therapy dengan bermain. Karena keduanya berbeda. Bermain, kapanpun orang tua bisa bermain dengan anak. Tetapi play therapy bukan sembarang bermain. Melainkan ada proses-proses yang dilakukan oleh ahlinya. Mulai dari memilih permainan yang tepat untuk anak dengan masalah emosi atau perilaku tertentu, kemudian dilakukanlah penilaian selama terapi berlangsung.

Baca juga: 6 Tips Makanan Sehat untuk Tumbuh Kembang Anak

Terus, berapa kali sih terapi harus dilakukan? 

Kalau menurut Mba Grace, terapi bermain bisa dilakukan seminggu sekali. Biasanya 1 sesi berlangsung selama 40 menit. Yaa kira-kira sih butuh 12 kali sesi. Tapi itu bisa didiskusikan kembali kepada ahlinya.

Wih banyak juga ya, emangnya apa sih manfaatnya?

 

Manfaat Play Therapy

Kalau berbicara manfaat, jelas manfaatnya akan terlihat dari perubahan dan perkembangan secara positif yang terjadi pada anak setelah terapi. Lalu, kondisi-kondisi seperti apa aja nih yang merekomendasikan Anda untuk melakukan play therapy pada anak?

Beberapa di antaranya,

  1. Anak yang mengalami trauma.
  2. Anak yang sering murung dan menarik diri dari lingkungan sosialnya.
  3. Anak yang memiliki emosi berlebihan atau meledak-ledak.
  4. Anak yang mengalami gangguan kecemasan, seperti stres atau memiliki fobia terhadap sesuatu.
  5. Anak yang sering bermimpi buruk sampai ia susah tidur.
  6. Anak yang menjadi korban bullying atau yang suka mem-bully orang lain.

 

Selain ke enam hal tersebut, masih banyak lagi. Seperti anak yang mengalami kekerasan, orang tua berpisah, masalah di sekolah, dan semacamnya. Dengan kondisi tersebut, kita akan melihat manfaat dari play therapy setelah beberapa kali sesi dilakukan.

Terus, apakah dengan membawa anak kepada ahli play therapy, peran orang tua tidak dibutuhkan lagi? Tentu saja tidak. Peran orang tua tetap sangat dibutuhkan. Yaitu dengan menyediakan waktu-waktu spesial untuk anak, agar anak memiliki kedekatan dengan orang tuanya.

Baca juga: 6 Tips Mengatasi Anak Tantrum yang Penting untuk Diketahui

Gimana kalau orang tua sibuk dengan pekerjaan di luar rumah dan di dalam rumah? Tenang, Anda tidak perlu meluangkan waktu spesial yang begitu lama kok untuk menjalin kedekatan dengan anak. 

Cukup dengan meluangkan waktu minimal 15 menit untuk anak setiap harinya. Tapi 15 menit itu benar-benar dimanfaatkan dengan maksimal ya. Mulai dari mengikuti kegiatan bermain anak, sampai memberikan waktu anak untuk cerita dan mengungkapkan keinginannya. Ikuti saja, jangan ada intervensi dan jangan juga Anda yang mendominasi. 

Dengan begitu, anak akan merasa Anda adalah sosok yang bisa dipercaya sebagai ruang untuk dirinya mengungkapkan isi hati, ekspresi, dan keinginannya.

Oh iya, Grace juga menegaskan bahwa kedekatan antara orang tua dan anak itu adalah sebuah investasi. Jelas, karena dampaknya akan terlihat di masa yang akan datang ketika anak mulai tumbuh dewasa. 

Ketika tahap-tahap ini sudah dijalankan dengan baik serta konsisten, ke depannya Anda tidak perlu khawatir ketika sudah waktunya anak mulai masuk ke dunia sekolah formal.

Nah, salah satu sekolah yang tepat dan bisa dipilih oleh Anda adalah Alta School. Alta School adalah sekolah online terbaik yang diperuntukkan bagi pelajar di tingkat PAUD hingga kelas 3 SD. Selain menggunakan metode belajar yang adaptif, sekolah online ini didukung juga dengan kurikulum K-13.  

Anak dapat menikmati berbagai fasilitas belajar yang seru, seperti Home-Based Project, Live Teaching, Pendidikan Karakter, Kelas Tambahan, dan lain sebagainya. Jadi tunggu apa lagi? Segera daftarkan anak Anda sekarang juga!

New call-to-action
Sumber:
Uce, Loeziana. "The Golden Age: Masa Efektif Merancang Kualitas Anak". Jurnal.ar-raniry.ac.id, [daring]. Available at: https://www.jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/bunayya/article/viewFile/1322/982

Intan, Ruhaeni. "Apa itu Play Therapy? Ketahui Manfaatnya untuk Bantu Kendalikan Emosi Anak". theAsianparent.com, [daring]. Available at: https://id.theasianparent.com/play-therapy

Profile

Fahri Abdillah

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman. Tertarik dengan isu pendidikan, literasi media, dan budaya. Suka jalan-jalan ke tempat asing, fotografi, dan menulis.

Beri Komentar