5 Perilaku Toxic Parenting yang Berbahaya untuk Masa Depan Anak

Nurul Habibah Des 8, 2021 • 6 min read


Alta - Pengasuhan Anak - Perilaku Toxic Parenting yang Berbahaya untuk Masa Depan Anak-04“Sebagai orang tua, Anda tentu ingin memberikan pengasuhan yang terbaik untuk anak. Agar Anda terhindar dari toxic parenting, supaya lebih paham, simak dulu yuk artikel berikut”

Orang tua memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengasuh dan mendidik anak. Namun, tidak jarang, banyak juga orang tua yang tidak menyadari bahwa pola pengasuhan mereka memiliki dampak buruk terhadap anak. Nah, hal seperti itu, kini dikenal dengan toxic parenting.

Nah, apakah Anda sudah pernah mendengar istilah toxic parenting tersebut? Jika belum, mari simak dulu apa yang dimaksud dengan toxic parenting berikut ini.

Apa Itu Toxic Parenting?

Toxic parenting adalah suatu pola pengasuhan yang keliru dan tanpa sadar bisa melukai psikologis anak. Pola pengasuhan ini seringkali dilakukan oleh orang tua yang umumnya kasar, kurang dewasa, atau mempunyai gangguan mental. Orang tua yang melakukan hal tersebut, biasanya dulu juga mengalami toxic parenting, atau pola pengasuhan yang salah dari orang tuanya. Akan tetapi, ada juga toxic parenting yang dilakukan oleh orang tua normal, yang tanpa sadar telah menjadi ‘racun’ untuk psikologi anaknya. 

Disamping itu, ada juga yang mengartikan toxic parenting sebagai bentuk perilaku orang tua yang tidak memperlakukan anaknya dengan baik, yang mana dapat menyebabkan anak merasa ketakutan, bersalah, atau juga merasa harus berperilaku yang sangat patuh pada orang tuanya. 

Bahaya Toxic Parenting(Sumber: Doktersehat.com)

Nah, setelah Anda paham dengan toxic parenting, selanjutnya ada 5 perilaku toxic parenting yang dapat berbahaya untuk masa depan anak. 

1. Memberikan Pujian yang Berlebih

Memberikan pujian pada anak memanglah suatu hal yang harus Anda lakukan, agar anak merasa diakui atas usaha dan pencapaiannya. Memberikan pujian dapat membantu meningkatkan motivasi anak untuk berusaha lebih maksimal. Namun, memberikan pujian terus menerus yang terkesan berlebihan, seperti memuji meski hasil pekerjaan anak sangat sederhana, ini bukanlah hal yang baik. 

Anak-anak yang terbiasa mendapatkan pujian hanya atas prestasi yang Ia dapatkan, bukan karena usahanya, bisa membuat Ia menghalalkan segala cara untuk mengembangkan keberhasilan, seperti dengan menipu, berbohong, dan bahkan mencuri.

2. Melindungi Anak dengan Berlebih

Perilaku toxic parenting (Sumber: Tirto.id)

Terlalu melindungi anak dari segala sesuatu, dapat memberikan efek buruk di masa depannya. Memang, pada dasarnya tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya susah, kesakitan ataupun gagal. 

Namun, anak yang kurang pengalaman dalam menghadapi masalah dan kegagalan, bisa mendapatkan kesulitan ketika menghadapi tantangan di usia remaja dan dewasa. Ia mungkin dapat menghindar atau menyuruh orang lain untuk menyelesaikan masalah yang Ia alami. Nah, terlalu sering menghindari masalah, nantinya  dapat juga memicu depresi, dan kecemasan.

3. Memberikan Tanggung Jawab Tidak Sesuai Usia Anak

Banyak orang tua yang ingin mengajarkan anaknya tentang tanggung jawab. Namun, Anda perlu berhati-hati dalam hal tersebut. Sebab, memberikan tanggung jawab haruslah sesuai usia dan kemampuan anak. Jika tidak, ini bisa memberikan efek buruk terhadap perkembangan anak. 

Anak-anak sebaiknya jangan diberi tanggung jawab atas pengambilan keputusan, atau tugas lain yang seharusnya menjadi milik orang dewasa, seperti hal yang berkaitan dengan finansial, atau pekerjaan rumah tangga yang berat. 

Jika Anda memaksa memberikan tanggung jawab yang tidak sesuai dengan kemampuan anak, maka anak kurang percaya kepada orang tua dan bisa menunjukkan rasa tidak aman yang signifikan pada orang tuanya. Selain itu, pemberian tanggung jawab yang tidak sesuai dengan usia, dapat membuat anak memiliki rasa takut, kecemasan, dan juga anak dapat mempertanyakan kemampuan figur otoritas untuk memimpin. 

4. Menuntut Anak Mewujudkan Cita-Cita Orang Tuanya

Hal ini cukup sering terjadi, di mana beberapa orang tua merasa dulu pernah merelakan mimpinya karena berbagai faktor. Lalu, mereka berusaha untuk kembali mewujudkan mimpi tersebut melalui anak-anaknya. Meskipun ini bertujuan untuk memberikan masa depan yang baik untuk anak, namun bukan berarti mimpi tersebut sesuai dengan keinginan anak, dan bukan kewajiban anak untuk mewujudkan mimpi orang tuanya. 

Toxic Parenting berbahaya untuk anak(Sumber: Orami.co.id)

Meskipun kadang beberapa anak ada yang akhirnya tertarik dan menjalani cita-cita orang tuanya, namun tidak jarang ada juga anak yang akhirnya tidak dapat menerima identitas dirinya, serta kesulitan dalam mencapai keinginannya. Hal terburuknya, anak juga dapat kehilangan impiannya di masa muda, seperti yang telah dialami oleh orangtuanya. 

5. Mengancam Anak

Saat anak tidak patuh dan menuruti perintah orang tua, kadang Anda tidak sadar tergoda untuk mengatakan hal-hal yang mengancam, seperti “Jika kamu tidak menurut, kamu akan mama tinggalkan”. 

Memberikan ancaman pada anak, seperti menakut-nakuti atau rasa malu, bisa menjadi hal yang berbahaya. Jika anak tumbuh dengan ketakutan dan ancaman, Ia bisa mengalami kesulitan untuk berpikir sehat dan bermoral. Daripada membuat keputusan sesuai kompas moral yang berdasarkan kebenaran, anak justru lebih cenderung mengikuti pilihan orang lain. sebab, ia merasa takut dengan pilihannya, yang Ia pikir mungkin bisa memberikan efek buruk suatu saat nanti. 

Itulah, 5 perilaku toxic parenting yang harus Anda hindari dalam mendidik dan mengasuh anak. Agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik, cobalah untuk terus mempelajari tentang cara parenting yang baik untuk anak. 

Nah, disamping parenting yang Anda lakukan sendiri, Anda juga bisa membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, dengan mendaftarkannya pada altaschool. Alta School adalah sekolah online dengan kurikulum K-13 yang diperuntukkan bagi anak di tingkat PAUD hingga kelas 3 SD.

Alta School telah menyediakan berbagai fasilitas belajar yang adaptif, yang bisa menggali potensi, kreativitas serta minat anak dengan maksimal. Fasilitas belajar yang didapatkan jika berlangganan antara lain adalah Home-Based Project, Pendidikan Karakter, Live Teaching, Kelas Tambahan, dan lain sebagainya. 

New call-to-action

Sumber:

Amicis. (2021), ‘Toxic Parenting: Pengertian, dan Ciri-Ciri yang Menjelaskannya’, Prenagen.com, [daring] Available at: https://www.prenagen.com/id/apa-itu-toxic-parenting

Garnistia. E. (2021), ‘Kenali Toxic Parenting dan Tanda-Tanda yang Membahayakan Anak’, Brainacademy.id, 26 Januari 2021 [daring] Available at: https://www.brainacademy.id/blog/kenali-toxic-parenting-dan-tanda-tanda-yang-membahayakan-anak

Rompies, J.K. (2021), ‘9 Perilaku Toxic Parenting yang Mengancam Masa Depan Anak’, Popmama.com, 28 November 2021 [daring] Available at: https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/jemima/perilaku-toxic-parenting-yang-dapat-diwariskan-pada-anak/8

Sumber Gambar: 

Orang Tua Memarahi Anak [daring]. Available at: https://doktersehat.com/psikologi/ciri-ciri-toxic-parents-yang-berdampak-buruk-bagi-mental-anak/

Orang Tua Melindungi Anak Berlebih [daring]. Available at: https://tirto.id/kebiasaan-untuk-membangun-kedekatan-dengan-anak-peluk-dengarkan-ewDG

Orang Tua Memaksa Anak [daring]. Available at: https://www.orami.co.id/magazine/apa-yang-harus-dilakukan-ketika-anak-melawan-perkataan-moms/

Profile

Nurul Habibah

Beri Komentar