Mengenal Jenis-Jenis Perubahan Wujud Benda & Contohnya

jenis jenis perubahan wujud benda dan contohnya

Perubahan wujud benda dibagi menjadi 6, yaitu mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal. Yuk kita bahas satu per satu jenis perubahan wujud benda dan contohnya!

Saat kamu membuat es batu, hal apa yang akan kamu lakukan? Iyak betul! Kamu harus mengisi wadah es atau plastik dengan air kemudian menaruhnya ke dalam freezer. Setelah beberapa jam, baru deh air akan berubah menjadi es batu. Tapi, kok bisa ya, air yang awalnya cair berubah menjadi padat dan suhunya menjadi dingin setelah dimasukkan ke lemari es? Hal ini adalah salah satu contoh perubahan wujud benda, teman-teman. Proses ini disebut dengan membeku. Ketika benda mengalami perubahan suhu, misalnya didinginkan atau dipanaskan, maka keadaan materinya bisa berubah. 

Nah, perubahan wujud benda ini nggak cuma membeku aja. Jenis-jenis perubahan wujud benda terbagi menjadi 6, yaitu membeku, mencair, menguap, mengembun, menyublin, dan mengkristal. Apa sih bedanya masing-masing perubahan tersebut? Sebelum kita bahas lebih lanjut, yuk kenal dulu apa itu perubahan wujud benda.

 

Pengertian Perubahan Wujud Benda

Perubahan wujud benda adalah proses perubahan salah satu bentuk benda menjadi wujud yang berbeda dari sebelumnya. Perbedaan ini bisa berupa ukuran, bentuk, warna, dan aroma.

Benda dapat berubah wujud melalui tiga bentuk dasar, yaitu padat, cair, dan gas. Bentuk ini dikenal sebagai fase materi. Terus, perubahan wujud benda terjadi karena perubahan suhu dan tekanan yang mempengaruhi partikel-partikel yang membentuk benda tersebut. 

Misalnya, pada perubahan wujud padat ke cair, partikel-partikel dalam benda akan mengalami peningkatan energi sehingga mereka dapat bergerak dengan lebih leluasa. Kristal-kristal dalam struktur padat akan pecah dan membentuk struktur yang lebih longgar, lalu menghasilkan wujud cair. Contoh perubahan ini dapat terjadi ketika es batu mencair menjadi air pada suhu yang lebih tinggi.

Jadi, perubahan wujud benda adalah fenomena alami yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Memahami konsep ini penting dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk fisika dan kimia. Dengan mempelajari perubahan wujud benda, kita dapat memahami sifat-sifat materi serta menerapkan pengetahuan tersebut untuk keperluan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sifat-Sifat Benda

Pada dasarnya, sifat-sifat benda dibagi menjadi 3, yaitu benda padat, cair, dan gas. Jadi, sifat-sifat ini dimiliki oleh benda sebelum maupun setelah mengalami perubahan wujud.

 

1. Sifat Benda Padat

Beberapa sifat yang dimiliki benda padat yaitu:

a. Bentuknya tetap

Benda padat memiliki bentuk yang tidak mudah berubah. Misalnya, jika kamu memiliki mainan balok kayu, maka balok kayu tersebut akan tetap berbentuk balok kayu, tidak mudah berubah bentuknya.

b. Tidak mudah mengalir

Benda padat tidak bisa mengalir seperti air. Ketika kamu mencoba menuangkan air ke dalam gelas, air akan dengan mudah mengalir ke dalam gelas. Namun, jika kamu mencoba melakukan hal yang sama dengan mainan lego, lego tidak akan mengalir ke dalam gelas.

c. Sulit diubah ukurannya

Benda padat sulit untuk diubah ukurannya. Misalnya, ketika kamu memiliki bola plastik, kamu tidak bisa dengan mudah memampatkannya atau mengubah ukurannya dengan tangan.

d. Kuat dan keras

Benda padat biasanya terasa kuat dan keras saat disentuh. Misalnya, jika kamu memegang batu atau meja kayu, kamu akan merasakan kekuatan dan kekerasannya.

e. Memiliki massa dan volume

Benda padat memiliki massa, yaitu jumlah materi yang ada di dalamnya, dan volume, yaitu ruang yang ditempati oleh benda tersebut. Misalnya, jika kamu memiliki buku, buku itu memiliki massa dan membutuhkan ruang pada rak buku.

 

2. Sifat Benda Cair

Beberapa ciri-ciri benda cair yaitu:

a. Bisa mengalir

Benda cair bisa mengalir dan bergerak dengan mudah. Contohnya adalah air yang bisa mengalir di sungai atau ketika kita menuang jus ke dalam gelas.

b. Mengambil bentuk wadah

Benda cair dapat mengambil bentuk wadah yang menampungnya. Misalnya, air akan mengambil bentuk gelas yang kita tuangkan. Jika kita menuangkan air ke dalam mangkuk, maka air akan mengambil bentuk mangkuk tersebut.

c. Tidak mudah dipampatkan

Benda cair tidak mudah dipampatkan atau ditekan menjadi lebih kecil. Ketika kita mencoba memampatkan air, misalnya dengan menekannya dengan tangan, air tidak akan mengurangi ukurannya seperti balok mainan.

d. Tidak mudah melarutkan benda padat

Benda cair biasanya dapat melarutkan benda padat. Misalnya, gula akan larut dalam teh yang hangat. Namun, jika kita mencoba melarutkan mainan plastik dalam air, mainan plastik tidak akan larut.

e. Tidak memiliki bentuk tetap

Benda cair tidak memiliki bentuk yang tetap seperti benda padat. Mereka dapat berubah bentuk ketika dipindahkan atau diberi tekanan. Misalnya, jika kita memegang air dalam tangan dan memiringkan tangan, air akan mengalir mengikuti arah tangan kita.

 

3. Sifat Benda Gas

Beberapa ciri yang dimiliki benda gas yaitu:

a. Tidak berbentuk

Benda gas tidak memiliki bentuk atau wujud yang tetap. Mereka bisa mengisi dan mengisi seluruh ruang yang tersedia. Misalnya, udara di sekitar kita adalah benda gas yang dapat mengisi ruang di sekeliling kita.

b. Dapat terlihat atau tidak terlihat

Beberapa benda gas dapat terlihat, seperti asap atau uap air yang tampak seperti awan. Namun, banyak benda gas tidak terlihat, seperti udara yang kita hirup.

c. Dapat mengisi banyak ruang

Benda gas memiliki sifat untuk mengembang dan mengisi ruang yang ada. Misalnya, saat kita memompa balon, udara di dalam balon akan mengembang dan mengisi seluruh ruang di dalamnya.

d. Dapat diubah menjadi cair atau padat

Benda gas dapat berubah menjadi bentuk lain seperti cair atau padat. Misalnya, ketika kita mendinginkan uap air yang keluar dari mulut saat kita menghembuskan napas, uap air tersebut berubah menjadi tetesan air (cair) dan kemudian menjadi es (padat).

e. Dapat bergerak dengan bebas

Benda gas memiliki partikel-partikel yang dapat bergerak dengan bebas. Mereka tidak terikat dengan satu tempat dan dapat berpindah dengan cepat. Misalnya, angin yang kita rasakan adalah udara yang bergerak.

 

Baca juga: Apa itu Magnet? Yuk, Belajar Sifat, Jenis dan Bentuk-bentuknya!

 

Kelas Gratis Alta School

 

Macam-Macam Perubahan Wujud Benda & Contohnya

Setelah memahami sifat-sifat atau karakteristik benda, sekarang saatnya kita belajar tentang macam-macam perubahan wujud benda. Jadi, benda-benda yang memiliki sifat-sifat di atas, bisa berubah wujud ke sifat benda lainnya. 

Perubahan wujud benda dibagi menjadi 6, yaitu mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal.

1. Mencair

Mencair adalah perubahan wujud benda padat berubah menjadi benda cair. Kamu pasti pernah melihat es batu, bukan? Nah, bayangkan ketika es batu itu ditaruh di luar ruangan yang panas, apa yang terjadi? Es batu tersebut akan mulai mencair dan berubah menjadi air. Itu adalah contoh dari perubahan wujud benda mencair.

Jadi, saat es batu mencair, ia kehilangan bentuk padatnya dan berubah menjadi bentuk air yang cair. Ketika itu terjadi, suhu di sekitarnya menjadi lebih hangat dan partikel-partikel yang membentuk es batu mulai bergerak dengan lebih leluasa. Akibatnya, es batu menjadi lebih lunak dan meleleh menjadi air.

Kamu juga bisa melihat contoh perubahan wujud benda mencair ketika kamu mencairkan cokelat di atas kompor. Ketika kamu meletakkan cokelat di atas panci yang dipanaskan, cokelat tersebut akan mencair dan berubah menjadi cairan yang licin. Kamu bisa menuangkan cokelat cair tersebut ke dalam cetakan untuk membuat cokelat bentuk lain, atau bisa juga digunakan sebagai saus untuk makanan.

 

2. Membeku

Membeku adalah perubahan wujud benda cair yang berubah menjadi benda padat. Perubahan wujud benda membeku terjadi ketika benda cair berubah menjadi benda padat karena suhu yang sangat rendah. 

Contoh yang paling umum yaitu ketika kamu meletakkan air di dalam freezer. Ketika air yang kamu tuangkan ke dalam wadah membeku, ia berubah menjadi es yang padat. Kamu bisa melihatnya saat kamu membuka freezer dan melihat es yang terbentuk di dalamnya.

Selain itu, perubahan wujud ini juga bisa terjadi ketika kamu membuat es krim. Bayangkan kamu sedang membuat es krim sendiri di rumah. Kamu menuangkan campuran susu dan gula ke dalam wadah lalu memasukkannya ke dalam freezer. Setelah beberapa waktu, apa yang terjadi? Campuran tersebut mulai membeku dan berubah menjadi es krim yang padat. Itu adalah contoh dari perubahan wujud benda membeku.

Jadi, saat campuran susu dan gula membeku, ia kehilangan bentuk cairnya dan berubah menjadi benda padat yang keras. Suhu di dalam freezer sangat dingin, sehingga membuat partikel-partikel dalam campuran tersebut bergerak lebih lambat dan saling berdekatan. Akibatnya, campuran susu dan gula tersebut membeku dan menjadi es krim yang dapat kamu makan.

 

Baca juga: Ciri-ciri yang Harus Dimiliki Makhluk Hidup, Sudah Tahu?

 

3. Menguap

Menguap adalah perubahan wujud benda dari cair menjadi gas. Perubahan wujud benda ini terjadi dengan bantuan energi panas. Ini adalah perubahan yang sering terjadi saat kita memasak atau menjemur pakaian basah.

Bayangkan jika kamu menuangkan air ke dalam panci dan memanaskannya di atas kompor. Ketika air tersebut dipanaskan, apa yang terjadi? Air mulai mendidih dan mengeluarkan uap yang naik ke udara. Itu adalah contoh dari perubahan wujud benda menguap.

Jadi, saat air menguap, ia berubah dari bentuk cair menjadi bentuk gas. Air yang dipanaskan menjadi lebih panas dan partikel-partikel air menjadi bergerak dengan sangat cepat. Partikel-partikel tersebut kemudian lepas dari permukaan air dan berubah menjadi uap air, yang tidak bisa dilihat oleh mata kita.

Kamu juga bisa melihat contoh perubahan wujud benda menguap ketika kamu mengeringkan pakaian yang basah. Ketika kamu menjemur pakaian di luar rumah, air yang ada pada pakaian tersebut akan menguap dan berubah menjadi uap air yang naik ke udara. Akhirnya, pakaianmu akan menjadi kering.

 

4. Mengembun

Perubahan ini terjadi ketika benda gas berubah menjadi benda cair. Jadi, perubahan wujud benda mengembun adalah ketika uap air berubah menjadi tetesan air kecil karena kontak dengan permukaan yang lebih dingin. Peristiwa mengembun terjadi proses melepaskan panas. Apa yang akan terjadi jika kamu mengambil gelas dingin dari dalam freezer dan meletakkannya di meja? Kamu akan melihat tetesan air muncul di permukaan gelas. Itu adalah contoh dari perubahan wujud benda mengembun.

Saat uap air bertemu dengan permukaan yang lebih dingin, seperti gelas yang dingin, uap air tersebut akan berubah menjadi tetesan air kecil yang menempel pada permukaan gelas. Hal ini terjadi karena udara di sekitar gelas yang dingin membuat partikel-partikel air menjadi lebih lambat dan saling berdekatan, sehingga membentuk tetesan air.

Contoh perubahan wujud benda mengembun lainnya adalah ketika kamu bernapas ke cermin atau kaca di kamar mandi. Ketika napasmu yang hangat bertemu dengan permukaan cermin yang dingin, uap air dari napasmu akan mengembun dan membentuk tetesan air di cermin.

 

Baca juga: Memahami Fungsi dari Setiap Bagian Tumbuhan

 

5. Menyublim

Perubahan wujud benda menyublim adalah ketika suatu benda padat langsung berubah menjadi gas tanpa melalui wujud cair terlebih dahulu. Perubahan ini terjadi ketika suhu sekitarnya tidak cukup tinggi untuk memungkinkan benda tersebut menjadi cair.

Saat kamu memiliki sepotong es kering beku, dan kamu biarkan es kering tersebut di ruangan terbuka, apa yang terjadi? Es kering akan langsung berubah menjadi gas karbon dioksida tanpa menjadi cair terlebih dahulu. Itu adalah contoh dari perubahan wujud benda menyublim.

Jadi, saat es kering disublimasikan, itu berarti es kering berubah langsung dari wujud padat menjadi wujud gas tanpa menjadi air cair terlebih dahulu. Ini terjadi karena suhu di sekitar es kering tidak cukup tinggi untuk membuatnya menjadi cair, sehingga es kering langsung berubah menjadi gas ketika menguap.

Contoh lain dari perubahan wujud benda menyublim adalah saat kamu melihat salju yang mencair saat terkena sinar matahari. Ketika suhu udara cukup tinggi, salju yang berada di permukaan akan langsung berubah menjadi uap air tanpa melalui wujud air cair terlebih dahulu.

Selain itu, proses penyubliman juga terjadi pada kapur barus. Seperti yang kita lihat, kapur barus biasanya berbentuk bulat dan padat. Nah, ketika kita meletakkannya di sudut ruangan atau dalam lemari, lama kelamaan kapur barus itu akan mengecil dan habis.

 

6. Mengkristal

Mengkristal adalah ketika zat cair berubah menjadi zat padat dengan membentuk struktur kristal. Mengkristal terjadi ketika suhu zat tersebut turun dan partikel-partikel dalam zat tersebut saling mengikat membentuk pola kristal yang teratur.

Contohnya adalah jika kamu memiliki sebotol sirup yang cair dan kamu memasukkannya ke dalam freezer, apa yang terjadi? Sirup tersebut akan mulai membeku dan membentuk kristal-kristal kecil di dalamnya. Itu adalah contoh dari perubahan wujud benda mengkristal.

Jadi, saat sirup mengkristal, itu berarti sirup yang semula cair mulai membeku dan membentuk struktur kristal. Ketika suhu di sekitar sirup menjadi sangat dingin, partikel-partikel dalam sirup bergerak lebih lambat dan saling berdekatan. Mereka bergabung dan membentuk pola kristal yang khas.

Contoh lain perubahan wujud benda mengkristal adalah ketika kamu melihat garam meja yang mengering dan membentuk kristal-kristal garam di permukaan. Ketika air yang mengandung garam menguap, garam dalam air tersebut akan mengendap dan membentuk kristal-kristal garam.

 

Baca juga: Penjelasan Urutan Planet di Tata Surya, Ciri, dan Gambarnya

 

Penyebab Perubahan Wujud Benda

Perubahan wujud benda terjadi karena adanya perubahan suhu atau perubahan tekanan pada benda tersebut. Ketika suhu atau tekanan berubah, benda dapat berubah bentuk atau wujudnya. Hal ini terjadi karena partikel-partikel dalam benda bergerak atau berdekatan dengan cara yang berbeda.

Benda-benda di sekitar kita dapat berubah bentuk atau wujudnya. Ini terjadi karena adanya perubahan suhu atau perubahan tekanan pada benda tersebut.

Suhu adalah panas atau dinginnya sesuatu. Ketika suhu naik, benda cenderung menjadi lebih panas, sedangkan ketika suhu turun, benda cenderung menjadi lebih dingin. Ketika suhu berubah, benda juga bisa mengalami perubahan wujud.

Misalnya, saat kita memanaskan es batu di tangan kita yang hangat, suhu es batu tersebut akan naik. Akibatnya, es batu itu akan mencair dan berubah menjadi air. Itu adalah contoh perubahan wujud karena perubahan suhu.

Selain itu, tekanan juga bisa menyebabkan perubahan wujud benda. Tekanan adalah kekuatan atau tekanan yang diberikan pada benda. Jika tekanan pada benda berubah, wujud benda juga bisa berubah.

Misalnya, jika kita menginjak balon udara dengan kaki kita, tekanan udara di dalam balon tersebut akan bertambah besar. Akibatnya, balon udara bisa meletus dan isi udaranya akan keluar. Itu adalah contoh perubahan wujud karena perubahan tekanan.

Seru banget kan belajar perubahan wujud benda? Sebenarnya, masih banyak banget contoh-contoh perubahan wujud benda di kehidupan kita. Yuk kenali contoh perubahan wujud benda lainnya di homeschooling Alta School! Tersedia untuk PAUD, SD, SMP, SMA, hingga kelas bilingual.

Alta School Bilingual

Adya Rosyada Yonas